Beranda > Berita > Pilpres:Pertobatan KIP Aceh

Pilpres:Pertobatan KIP Aceh

Pilpres :
Pertobatan KIP Aceh
Oleh : Zulkarnaini Masry

Kantor Geuchiek Gampong Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh tampak lengang. Di tangga hanya ada sepasang sandal jepit. Beberapa stiker yang bunyinya mengajak masyarakat untuk mendaftarkan diri sebagai pemilih di Pemilu Presiden (Pilpres) ditempel pada jendela depan.

Di ruangan, dua perempuan terlihat serius berbincang. Perempuan yang lebih tua adalah masyarakat setempat, sedang menunggu sekretaris desa. Dan satu lagi pekerja di kantor tersebut. Tepat didepan pintu masuk, papan pengumuman bersandar di dinding. Puluhan kertas Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pimilu Presiden yang akan dilaksanakan Juli mendatang ditempel rapi.

“sekarang masa pemutakhiran DPS, yang nantinya akan ditetapkan sebagai DPT. Karena ada masyarakat saat Pemilu Legeslatif tidak terdaftar, juga ada pemilih baru yang dulunya tidak cukup umur,” jelasnya saat ditemui Nanggroe dikantor KIP NAD.

Pemutakhiran DPS ini untuk tingkat gampong sudah berjalan, sedangkan untuk tingkat kecamatan sampai dengan 24 Mei dan tingkat Provinsi sampai dengan 27 Mei.

Saat ini pihaknya sedang giat melakukan persiapan, baik logistik dan kesiapan teknis. “kita sedang melakukan pengadaan formulir, kpps, kppk dan kelengkapan di TPS. Seperti tinta, segel. Untuk kotak suara, kita masih bisa menggunakan punya kemarin (pemilu Legeslatif),” tambah Yarwin

Menurutnya, kinerja KIP NAD berjalan sesuai tahapan. Setelah menetapkan DPT, dilanjutkan dengan persiapan logistik, kemudian masuk waktu kampanye dan terakhir pemilihan.

Perubahan DPS bisa terjadi karena beberapa sebab. Yarwin menjelaskan, pertama ada masyarakat yang tadinya belum cukup umur (17 tahun). Kedua, perempuan yang baru menikah. Walaupun belum sampai 17 tahun, tapi dia berhak memilih. Ketiga, pada periode Juli bakal ada TNI-Polri yang akan pensiun. Mereka yang sudah pensiun, juga memiliki hak pilih. Keempat, adanya migrasi atau perpindahan penduduk.

Yarwin meyakini, Pilpres akan berjalan sesuai harapan. “pelaksanaan pilpres tidak seperti pemilu legeslatif (9 April lalu), tinggal membenahi dimana terjadi kekurangan,” jawabnya optimis.

Jumlah DPT pada pemilu legeslatif 3.009.965 pemilih, 10.271 TPS. Pada Pilpres diprediksikan akan mengalami perubahan, bisa berkurang bisa bertambah. Tapi tidak kurang dari 3.000.000 pemilih. Begitu informasi yang berikan Akmal Abzal, Ketua Pokja Pantarlih pada salah satu media di Banda Aceh.

Menyangkut ada sebagian masyarakat menilai KIP bekerja tidak profesional, Yarwin membantah. “kalau itu terbukti, kita akan mengambil tindakan,” katanya tegas. Beberapa kasus dugaan penggelumbungan suara saat Pemilu Legeslatif, antaranya Aceh Timur, Aceh Tenggara dan Bener Meriah akan segera diselidiki. “kita sudah membentuk tim khusus, terdiri dari unsur KIP sendiri, yaitu Nurjani Abdullah dan kita minta dari luar. Yaitu Bapak M. Jafar,” sambungnya lagi. Namun, satu hari kemudian Rabu, 20 Mei, M. Jakfar menyatakan belum bersedia memimpin Dewan Kehormatan KIP NAD dengan beberapa alasan tertentu.

Menyangkut kinerja KIP di Pemilu Legeslatif, Teuku Kamal Fasya, pengamat politik Aceh menilai, KIP sudah bekerja maksimal tapi belum mendapatkan hasil yang memuaskan. ”Jika saya boleh memberi nilai, KIP Aceh masih bisa dikatakan lulus, meskipun tidak dengan hasil memuaskan,” katanya dalam wawancara melalui Facebook.

Menyambut pilpres, Teuku belum melihat terobosan baru yang dilakukan KIP NAD untuk memperbaiki kekurangan. “memang belum ada terobosan apapun yang bisa dikatakan KIP sudah memiliki progres, terutama up date data DPT. Atau karena waktunya masih lama, Pilpres Juli, jadi mereka berfikir masih ada waktu,” tambah dosen Fisip Unimal ini.

Ia mengkhawatirkan, kesibukan melakukan penetapan para caleg untuk DPRA. Akan mengakibatkan pengunduran penetapan DPT. Namun, dari iklan yang telah mereka sebarkan menunjukkan bahwa mereka tetap berusaha melakukan sesuai jadwal.

Kasus penggelumbungan suara ia berpendapat, KIP kurang tegas. Melakukan klarifikasi di media tidak mampu menepis asumsi-asumsi masyarakat terhadap jual-beli suara. “Seharusnya KIP membeberkan isu yang kurang sedap terkait dengan kinerja dan kredibilitas KIP ke media agar masyarakat mengetahui bahwa yang selama ini dituduhkan isu atau fakta,” pinta Teuku.

“Pekerjaan di KIP memang memiliki resiko, seharusnya penyeleksian kemarin memasukkan pribadi yang berani, risk taker, dan bukan melulu akademisi atau kelompok profesional-spasial. Saya lihat KIP sekarang kurang punya greget dan agak lambat dalam bekerja. Saya tak mau berasumsi negatif, semoga saja mereka belajar dari pengalaman, dan bekerja lebih keras, on schedule, dan berani mengambil resiko dari keputusannya, karena ini terkait dengan suara rakyat. Dosa jika suara rakyat dikebiri,” jelasnya panjang lebar.

Ia berharap kedepan, semoga KIP berani bersikap adil, jujur, dan transparan, serta berani melawan kekuatan uang atau politik yang akan menggoda integritas suara pemilih yang akan mereka rekap dan umumkan. Jadikan pilpres ini sebagai semacam bentuk pertobatan kinerja.

Lain dengan Farabi, mahasiswa fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Aceh ini memberi aplus terhadap kinerja KIP NAD. “kalau saya bilang bagus ya juga, karena dengan kondisi Aceh saat ini, ditambah partai lokal. Sangat menguras energi mereka (KIP),” ujarnya.

Menurutnya, masalah penggelembungan suara tidak perlu dibesar-besarkan. Yang terpenting, pemilu berjalan aman. “intinya ada sebuah jaminan jalannya pemilu. Dan jaminan bagi pemilih yang sudah punya hak pilih, juga adanya pendidikan politik bagi masyarakat,” ulasnya lagi.

Ditanya kendala. Yarwin mengatakan, sejauh ini KIP belum mengalami kendala. “belum. Belum ada. Baik secara teknis maupun lainnya,”***

Tulisan ini di muat di majalah Nanggroe.

Kategori:Berita
  1. Nasriza Nasir
    24 Mei 2009 pukul 17:45

    nasriza : hadir ya!

  2. dir88gun2
    2 Juni 2009 pukul 10:22

    assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Gak Jelas?😐

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: