Beranda > Cerpen > Matahari di pucuk rumbia

Matahari di pucuk rumbia

Senjata itu kembali menyalak. Nyanyiannya mengalahkan petir saat hujan kemarin siang.
Ada yang mengerang di sana.
“ah! Tidak mungkin, mereka kan juga punya hati. Tidak mungkin mereka tega melihat darah tumpah ruah, mengalir deras dari tubuh kami,”
Kecuali itu bukan mereka yang diberi hati oleh tuhan. Tetapi, M16 yang kerasukan syetan. Walaupun sudah terlalu banyak darah mengalir karena M16 itu. Selalu demi perjuangan.
Begitu dekat, aku baru saja terbangun dari tidur setelah shalat subuh.
“seret!,”
“ikat!,”
“mata-mata kau!,”
Aku mimpi lagi, benarkah? Mimpi di atas sajadah tua dengan telekum masih utuh di badanku, tidak mungkin.
Saat aku berada antara ada dan tiada, bunyi itu kembali menggema.
Tum!!
Aku terpelanting. Berdiri, tapi kakiku tak sanggup menopang tubuhku sendiri. Aku kembali tersungkur. Suara itu semakin dekat. Ada rintihan di sana. Ku seret tubuhku yang masih dibalut pakaian untuk menghadap tuhan. Melalui lobang dinding pelepah rumbia, mataku mencari dimana mereka.
“Aini…! Aini..” suara rintihan itu menyentuh kupingku.
“Aini! Bukankah itu nama pemberian ayah kepadaku,”
Saat bola mata terbentur dengan pakaian loreng, aku masih setengan sadar.
“Aini!,” suara itu kembali lolos dari lolongan orang-orang di sampingnya.
“Allahuakbar!,” aku histeris. Ku dapati tubuh suamiku terbaring di tanah yang becek dengan darah. Sosok yang selalu melindungi aku. Dan kini….!
Sekejap aku sudah berada di tengah-tengah seragam loreng, di depan moncong M16. karena tanganku yang kecil, tubuhnya tak dapat ku rangkul sepenuhnya. Mereka hanya menatap bengis, penuh dendam dimata yang merah menyala.
Saat air mata mengalir deras membasahi jasad suamiku. Mereka menghilang meninggalkan jejak derita yang harus aku pikul sendiri. Bahkan, ketika matahari tepat berada di pucuk rumbia. Jasad suamiku masih pulas dalam dekapan telekum yang sudah berubah warna.

Oleh Joel Masry
Banda Aceh, 04 Januari 2009

Kategori:Cerpen
  1. agussalim masry
    11 Maret 2009 pukul 14:23

    marquee prie23.blogspot.com dari kiri ke kanan
    wussss,…..makin mantap aja hasil tulisanmu. terus berkarya, banyak diskusi dan membaca. sekali-sekali uji dong kemampuannya, ikut lomba cerpen atau karya ilmiah. kalau dapat juara, nah, itu makin 3000X mannnnnnnnntappp.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: